Saatnya Melompat Lebih Tinggi!!

“You will never grow if you never maximize yourself”

Dua bulan yang lalu, ada kejadian unik nan menarik yang menimpa diri saya. Waktu itu, tiba2 saja saya dipercaya (dipaksa) temen2 untuk bermain basket. Padahal, saya sendiri sadar, kalau saya itu g bisa bermain ;p Awalnya, semua berlangsung baik2 saja. Sampai Suatu ketika, saya memperoleh kesempatan untuk melakukan shooting 3 point. Bola sy lempar dan ya..engga masuk. Kesempatan kedua akhirnya berhasil saya dapatkan dan kali ini shooting 2 point. Dengan sedikit melakukan “tarian” dan tipu muslihat, bola akhirnya berhasil ditembakkan dan ya….”tuing” bolanya mantul ke ring. Dan kesempatan ketiga itupun datang kembali, namun kali ini sy tidak berhasil menembakkan bolanya, yang ada malah bertabrakan dengan pemain lawan. Akhirnya cidera deh..

Bagi tmn2 pecinta basket, kita pasti tahu bahwa untuk mendapat 3 point dalam satu kali lemparan, sang pemain harus melempar di luar garis 3 point yang ada. Logikanya pemain tersebut harus melempar LEBIH KUAT jika ingin memasukkan bola ke dalam keranjang. Begitu pula kalau kita adalah seorang pemain golf, apabila kita ingin memasukkan bola ke dalam hole yang letaknya LEBIH JAUUH maka otomatis kita harus mengayunkan stick golf LEBIH KENCAAAANG!!

Hal serupa juga terjadi dalam hidup kita, jika ingin mendapat hasil yang optimal, maka kita harus mau dan mampu memaksimalkan kemampuan diri kita. Banyak orang memiliki perspektif yang salah, di mana mereka mau mendapat hasil yang maksimal tapi enggan untuk memaksimalkan potensi dirinya sendiri. Sebuah pepatah mengatakan “Apa yang kau tanam itulah yang akan kau petik”. Jadi,usaha yang dikeluarkan secara maksimal, maka hasilnya pun akan maksimal.

“dan bahwasannyaa seorang manusia tiada memperoleh
selain apa yang telah diusahakannya” [QS.53:39]

Maksimal yang seperti apa yang seharusnya dilakukan? Apakah harus bekerja terus menerus sampai kita kelelahan? Atau kerja keras tanpa menghiraukan waktu? Setiap orang mungkin memiliki pandangan yang berbeda, tapi salah satu yang cukup efektif untuk dilakukan adalah memaksimalkan potensi diri khususnya talent (bakat) yang kita miliki.

Setiap manusia diciptakan Tuhan memiliki keunikan dan talent yang berbeda-beda, ada yang mahir dalam dunia musik, pandai dalam ilmu eksakta, jago dengan dunia programing, ahli dalam olahraga, atau bidang lainnya. Tidak ada manusia yang diciptakan tidak memiliki sebuah talent, jika ada yang mengatakan “Saya tidak memiliki talent” maka orang tersebut bukannya tidak punya melainkan belum mencari dan menggali lebih dalam talentnya. Satu hal yg prlu diingat adalah kita harus mengidentifikasi sendiri apa yang menjadi kegemaran kita, dan pada bidang apa kita merasa dapat lebih maksimal dibandingkan dengan bidang yang lain. Jika kita sudah menemukan, mulailah untuk mengembangkan dan memaksimalkannya.

Deretan orang sukses dibidangnya masing-masing seperti Bill Gates, Steve Jobs, David Beckham, Bianca Ryan, Michael Jordan, bukan semata-mata karena mereka memiliki talent lebih dari anda, tapi mereka mau memaksimalkan talent tersebut.

Bayangkan sebuah kolam air yang tenang dan penuh dengan kesegaran, jika anda ingin membuat gelombang di antaranya anda harus melemparkan batu yang cukup besar ke dalamnya. Apabila kerikil yang anda lempar maka gelombang yang dihasilkanpun kecil. Membentuk batu besar atau batu kerikil tergantung dari anda apakah mau memaksimalkan potensi anda menjadi sebuah batu besar atau cukup dengan kerikil saja. Jika anda mau menciptakan gelombang yang lebih besar dalam hidup anda, tentu anda tahu batu mana yang diperlukan bukan. Salam sukses luar biasa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: