Mengejar Cahaya Kebenaran Part III :)

Mengejar Cahaya Kebenaran Part III :)

Seorang mahasiswi muda dari Universitas Frankfurt mengadu kepada direktur universitas tersebut bahwa kedua orang tuanya mengancam akan mengusirnya dari rumah. Ketika si direktur menanyakan penyebabnya, mahasiswi tersebut menjawab ia akan melahirkan seorang bayi, sementara ia tidak mengetahui nama atau identitas bapak dari bayi yang dikandungnya, sebab laki-laki itu memakai topeng saat mereka bercinta selama hari karnaval.

Kejadian ini hanya merupakan secuil dari puluhan ribu kisah semisalnya yang terjadi setiap tahun di negara-negara yang menganjurkan free sex. Negara-negara itu telah menghidupkan tradisi pelacuran kolektif dibawah tirai kemajuan dan kebebasan. Karenanya,  karnaval yang berlangsung selama tiga hari, diisi dengan menghalalkan segala kehormatan dan kesucian. Bahkan bila pada malam hari seorang gadis berjalan bersama pacarnya sendiri atau seorang istri menghabiskan malamnya bersama suaminya sendiri, itu merupakan suatu hal yang tabu dan sangat bertentangan dengan tradisi karnaval.

Hari-hari free sex itu dimulai setiap tahunnya secara resmi pada bulan 11, tanggal 11, dan menit 11 dengan sedikit perbedaan jadwal antara satu kota dengan lainnya. Selama berlangsung berbagai festival dalam rangka mengisi hari-hari ini, wanita-wanita dalam keadaan setengah bugil, dan mereka berbaur dengan laki-laki. Sehingga terjadilah pelacuran kolektif, dan mereka saling tidak mengenal; si lelaki tidak mengenal siapa wanita yang digaulinya begitu pula sebaliknya, karena semua memakai topeng.

Filsafat orang Jerman mengenai hari-hari ini adalah “manusia berhak untuk melakukan dosa“. Bila tidak demikian, mereka sampai ke derajat ketuhanan, dan ini jelas tidak mungkin. Ditambah dengan keyakinan bahwa “dosa-dosa mereka pasti akan terampuni karena Isa Almasih (Yesus) telah menebusnya dan ia disalib demi mereka“. Mereka acapkali menyuarakan filsafat ini di berbagai media massa, pertemuan-pertemuan, bahkan di sembarang tempat. Mereka juga meyakini bahwa “sekali Anda menjadi seorang Kristen, maka Anda secara otomatis akan masuk ke surga tidak peduli sejahat apapun perbuatan Anda setelah Anda menjadi Kristen“.

Atau pernah dalam post saya yang sebelumnya ada seorang pemberi komen yang pernah berkata bahwa “Kalo masalah kenapa Tuhan kudu mati demi manusia, karena jelas2 Tuhan berkata “Upah dosa adalah maut” (kayanya itu jadi semacam perjanjian Tuhan dengan Lucifer) jadi g mungkin dong Tuhan ingkar sama kata2-Nya sendiri. Kalo mau selamat dari dosa kudu bayar pake darah dong! Kalo harga surga bisa ditebus dengan sekadar berbuat baik kok malah kesannya “MURAH BANGET!”, kalo di Kristen bayarnya pake kematian bro (Ini yang mahal), cuma karena udah dibayarin ma kematian Yesus (so, kita jadi g perlu ikut bayar) makanya terkesan murah. Padahal aslinya mahal banget lho, ingat itu dibayar pake darahnya Tuhan, bukan darah manusia (yang notabene murahan).

Inilah hasil ide Kristen ciptaan paulus yang menyatakan bahwa manusia telah berdosa sejak lahir, karena bapak manusia, Adam telah melakukan kesalahan. Dalam anggapan mereka Isa Almasih (Yesus) mati disalib, dan penyalibannya itu demi menebus dosa-dosa mereka, yang demikian berarti ia telah menanggung semua dosa manusia.

“TIDAK ADANYA TANGGUNG JAWAB INDIVIDUAL

Ide ini memberi pengertian bahwa  seorang manusia ikut memikul tanggung jawab atas perbuatan-perbuatan orang lain, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, lenyaplah tanggung jawab individual yang melekat pada manusia bahwa ia seharusnya dan semestinya bertanggung jawab atas segala perbuatannya, baik besar maupun kecil; dan sama sekali tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang lain.

Dari ide tersebut, timbul dua efek yang sangat berbahaya. Pertama, dengan ide tersebut berarti manusia sudah tidak suci hati dan pikirannya semenjak lahir karena telah mendapat dosa warisan. Hal ini menimbulkan pengaruh buruk bagi manusia dalam menilai dirinya sendiri, karena ia mewarisi dosa sebelum ia melakukan kesalahan, maka ia sangat tergantung kepada orang lain untuk menanggung dosanya.

Kedua, karena orang lain telah menanggung dosanya maka manusia tidak akan pernah peduli dengan dosa, yang pada akhirnya dunia akan dipenuhi oleh perbuatan dosa. Silahkan anda mempelajari apa yang terjadi di dalam gereja-gereja itu sendiri, baik di Amerika, Inggris, dan yang lainnya. Anda akan menemui betapa besar ketidakpedulian mereka terhadap dosa-dosa. Demikianlah rupa agama tersebut, di mana dewasa ini adalah agama yang memiliki jumlah pemeluk terbesar di dunia.

reincarnation-myth

Selain dalam agama kristen, didapati juga dalam agama Brahmana, Budha, Jinisme kepercayaan yang sama, serupa, identik, kembar, similar, podo, plek. Yakni dalam hal penghapusan tanggung jawab individual. Kepercayaan ini disebut dengan reinkarnasi. Secara ringkas, kepercayaan ini meyakini bahwa setelah roh meninggalkan jasad di dunia ini, maka roh tersebut menitis ke tubuh lain di dunia ini juga. Tubuh kedua ini, atau dengan kata yang lebih tepat “cetakan” atau “acuan” kedua, ditentukan oleh corak kehidupan yang telah dipilih manusia untuk dirinya, baik itu berupa perbuatan, pikiran, kecenderungan, atau perasaan di masa hidupnya yang pertama.

Jika perbuatan, pikiran, kecenderungan, dan perasaan seseorang buruk, maka rohnya akan menitis ke binatang-binatang atau tetumbuhan yang biasa ditemui. Sebaliknya, bila semua hal itu, baik, dan karena pengaruhnya tersebut terciptalah pada dirinya kecakapan dan potensi yang baik pula, maka rohnya akan naik sampai lapisan yang tinggi.

Kepercayaan ini memberi pengertian bahwa saya, yakni manusia yang sekarang, adalah akibat dari kelakuan orang lain, dan merupakan hasil dari rangkaian panjang perbuatan berbagai makhluk sebelum saya, dan makhluk-makhluk sebelum saya ini adalah saya.

Lalu apa yang akan dihasilkan dari kepercayaan ini?

Pertama, kepercayaan ini akan mengakibatkan timbulnya suatu perasaan pada diri manusia bahwa binatang, tumbuhan, dan manusia adalah sederajat, sebab binatang sebelumnya adalah manusia, dan tumbuhan sebelumnya adalah binatang. Oleh sebab itu, sangat tidak dibenarkan menyakiti tumbuhan, binatang, dan manusia sekalipun binatang, tumbuhan, atau manusia itu menyakiti saya (tidak boleh membela diri).  Kepercayaan ini sangat berseberangan dengan realitas yang ada dan sangat tidak relevan apabila diterapkan pada masa sekarang.

Kedua, kepercayaan semacam ini secara praktis menghasilkan kerahiban yang fatal. Hal ini disebabkan penganutnya meyakini bahwa hawa nafsu merupakan penyebab segala kerusakan yang ada di muka bumi maka kita perlu untuk membunuh hawa nafsu yang ada pada diri kita. Bila kita berhasil membunuh hawa nafsu kita, niscaya ruh kita akan meraih keselamatan dari perputaran reinkarnasi. Kepercayaan ini apabila benar-benar diterapkan dan semua orang menjadi biksu dan tidak ada satu orang pun yang mau menikah dan melanjutkan keturunannya maka bisa dipastikan hal ini dapat mengantarkan manusia pada kepunahan.

israel_flag

Ada juga bentuk lain dari ketiadaan tanggung jawab yang khas pada orang-orang yahudi. Mereka meyakini bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, lagi telah diampuni seluruh dosa mereka. Dengan “keistimewaan” ini, maka apa pun bentuk kriminalitas, tragedi, pengerusakan, invasi, dan penganiyaan yang diperbuat bangsa Yahudi, dapat menyelamatkan mereka dari siksa Tuhan, kecuali hanya siksaan yang sangat ringan saja.

Corak pelarian manusia dari tanggung jawab yang demikian sudah ada pada masa Muhammad saw. diutus, dan masih terus ada sampai saat ini. Ketiadaan atau kurangnya tanggung jawab individual dapat membawa manusia kepada penyimpangan kelakuan yang sangat menakutkan.

Dalam hal ini, apa peran Nabi Muhammad saw., yang berada di bawah perintah dan wahyu Allah?

Islam telah memproklamirkan bahwa manusia hanya menanggung risiko perbuatannya saja; tidak menanggung dosa kakek, saudara, atau pamannya, kecuali bila ia terkait dengan perbuatan dosa tersebut. Begitu juga, sebuah generasi mendatang tidak menanggung dosa-dosa generasi sebelumnya. Akan tetapi, manusia hanya mempertanggungjawabkan perbuatannya saja, baik kecil maupun besar, baik yang terlihat maupun yang disembunyikan, di hadapan Allah swt pada hari kiamat kelak. Dalam Al-Quran Allah swt. berfirman,

“…Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…” (QS.Al-An’aam : 164)
“…Dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS.An-Najm : 39)

Rasulullah saw. bersabda,

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan ditanyai mengenai apa yang dipimpinnya”

faisaltehrani-hidayah01tedKarena itu, seorang muslim akan terus mengintrospeksi dirinya, baik dalam perkara kecil maupun besar. Yang menjadi tolak ukur tinggi atau rendahnya kedudukan seseorang hanyalah amal perbuatannya. Dengan demikian, perilaku manusia menjadi lurus, dan hati nuraninya terbebas dari kungkungan sikap pasrah dan bergantung kepada orang lain. Ia menjadi sosok yang mandiri dengan kokohnya. Dari hal itu kebaikan pun dapat diharapkan darinya. Di samping itu, ia juga membasmi takhayul dosa warisan atau pun reinkarnasi, serta menggantikannya dengan suatu yang hakiki.

Dalam satu periode panjang, Islam telah mewujudkan apa yang tidak pernah bisa diwujudkan oleh sejarah panjang umat manusia. Islam telah merintisnya, bukan menyambung yang telah ada. Bahkan, Islam telah mempeloporinya, meskipun dihadang berbagai rintangan dan pengingkaran. Periode yang panjang ini bukanlah ibarat pendapat sampingan yang diletakkan dalam catatan pinggir kepercayaan umat manusia, melainkan merupakan kemenangan terbesar yang pernah diraih hati nurani segenap periode sejarah manusia. Karena perilaku, bahkan agama hanya akan lurus bila disertai dengan tanggung jawab. Tidak ada gunanya taklif dan perhitungan tanpa diikuti dengan tanggung jawab. Wallahhu’alam bis showab.

Mengejar Cahaya Kebenaran Part I
Mengejar Cahaya Kebenaran Part II

14 Responses to “Mengejar Cahaya Kebenaran Part III :)”

  1. pinkyrexa Says:

    sip mas lanjutkan !!

  2. Rahmat Ihsan Says:

    Bagus sih, cuman hati-hati aja nulis ginian karena justru bisa menimbulkan perpecahan. Tapi klo “bendera” yang itu “disobek-sobek”, “diludahi”,”dibakar” juga gpp sih, saya setuju.

  3. cianjurpunya Says:

    analisis yang sangat menarik. Cukup bisa membuka mata dan hati bagi yang tersindir. Tentunya kalau masih punya hati.. Salam kebenaran!!

  4. dimaz Says:

    bah, gilee ni orang…tajem banget sindiran loe. Gw dukung loe dah. Sundul gan. Hehehehe😀

  5. indah Says:

    ihhhh…ngeri juga ni orang2 kristen. pantes aja free sex tumbuh subur di negara2 barat. Lha wonk asal berbuat tanpa bertanggung jawab. Manusia macam apa itu. Coba deh kalau tuh orang punya anak perempuan terus digauli sama orang yang ga jelas terus hamil, terus ga tahu bapaknya siapa, terus gimana tu nasib anaknya, mau minta pertanggungjwaban dari siapa. Idiiiiihhh…. bener2 ngeri ni agama.. udah gitu masih gencar aja nyari2 domba2 tersesat.. (diskriminatif banget kaya zaman apartheid) ga usah jauh-jauh deh deket rumahku aja tukang becak sama pengemisnya sering di datengin misionaris ga jelas yang sering banget menghembuskan angin surga, bakal dikasi inilah bakal dikasi itulah, kalau mereka rela menjual agama mereka demi agama kristen. Sungguh biadab tuh orang… Dah tahu agamanya bobrok masih juga manfaatin kelemahan dan kemiskinan orang..

  6. hanafi Says:

    subhanallah….sungguh bacaan yang menggugah. mudah2an ada manfaatnya bagi yang membaca..

  7. dedy Says:

    Tenang ae cak, aku ning mburimu, gak usah wedi mosting sing koyo ngenean nek ancen bener, tek belani😀 tapi ancen yen gendero israel iku kudu diobong, disuwek2, diincek2..

  8. nina Says:

    Ya Allah…misionaris ini apa ga pernah belajar baca ya, bukannya ada SKB dua menteri yang melarang praktek yang seperti itu. Mereka seolah-olah tidak peduli dengan SKB dua menteri tentang pendirian rumah ibadat. Mereka menjadikan orang-orang yang sudah beragama sebagai sasaran untuk ‘dituai’.

    Parahnya lagi, mereka menjadikan uang sebagai sarana dan alat misionaris. Saya benar-benar jijik dengan praktek yang demikian. Rendah sekali moralitasnya.. lagi bobrok mentalitasnya..

  9. massabar Says:

    True Story : Kisah Mantan Pastor yang mendapat Hidayah Islam

    Terikat dalam keluarga yang memegang ajaran Kristen dengan kuat. Keluarga dan nenek moyang kami tidak hanya mendirikan gereja dan sekolah Kristen di Midwest, tapi merupakan keluarga pertama yang menempati daerah itu. Kami adalah Kristen yang taat.

    Saat remaja, aku ingat benar ketika aku minat sekali untuk tahu tentang Gospel atau sering di sebut “Kabar baik”, ajaran dari Kristen. Hal ini membuatku makin ingin belajar tentang banyak agama. Tapi tidak terhenti hanya pada agama Kristen. Sama sekali tidak. Aku pun mengkaji agama Hindu, Yahudi, Buddha, metafisik, dan keyakinan asli orang Amerika (suku Indian). Namun hanya satu agama yang tidak saya kaji, yaitu Islam. Ayahku aktif mengikuti kegiatan gereja, terutama sekolah gereja. Ia dan istrinya (Ibu tiriku) mengenal banyak penginjil dan pengkhotbah di TV.

    Pada tahun 1991, ayah mulai menjalin usaha dengan orang Mesir dan memintaku untuk menemuinya. Dan ayahku menyebutkan bahwa orang Mesir itu seorang Muslim. Saat itu, aku tak mempercayainya. Seorang muslim? Aku akan bertemu dengan seorang Muslim? Bahkan aku belum pernah menemui orang muslim sebelumnya. Seperti apakah dia? Ayahku pernah bilang kalau oarng muslim itu bengis dan teroris. Mereka suka main bom sana sini dan pekerjaannya mencium tanah lima kali sehari, lalu menyembah kotak hitam di gurun.

    Pada saat menemuinya, aku memakai seluruh perhiasan Kristenku. Aku membawa injil, memakai kalung salib dan memakai topi bertuliskan “Tuhan Yesus”. Tapi yang kudapatkan adalah sebaliknya, orang muslim dari Mesir itu tidak mengenakan hal-hal yang mengerikan yang mencirikan seorang muslim fanatik. Ia tidak memakai kalung bertuliskan nama Tuhan mereka, tidak pula membawa kitab mereka. Ia pun seorang yang ramah.

    Setelah perkenalan singkat, aku mulai mengorek informasi tentang Islam. Dan kudapati hal yang mengejutkan, bahwa muslim itu mempercayai Tuhan, percaya dengan adanya Adam, Hawa, Abraham (Ibrahim), Moses (Musa), David (Daud), Solomon (Sulaiman), bahkan ia juga percaya dengan Injil dan Isa. Apa-apaan, pikirku. Bagaimana bisa kami, yang berbeda agama mempercayai hal yang sama??

    Nama orang Mesir itu, Muhammad. Ketika kami makin akrab atas nama bisnis, Muhammad dan aku sering pula bertemu dan diskusi seputar Islam dan Kristen. Aku mulai memamerkan berbagai macam versi Injil. Dari mulai versi James yang lama dan yang baru, versi Jimmy Swaggart, Injil Katolik dan Protestan. Sedangkan Muhammad, menunjukkan bahwa ia hanya mempunyai satu buah versi Al-Quran. Aku terkesima dengan Al-Quran yan terjaga rapi dan dapat dibaca dengan mudah juz per juz.

    Lebih mengejutkannya lagi adalah ketika Muhammad membawaku ke Masjid, menjumpai seorang pendeta Katolik yang aku kenal telah masuk Islam. Apa yang terjadi sebenarnya? Bagaimana dengan ikhlas kurasakan mantan Pendeta Katolik itu mengatakan bahwa ia telah kembali ke pangkuan Islam? Aku sadar dan benar-benar terkejut bahwa disamping mempercayai Taurat dan Injil, mereka juga mempercayai kalau Yesus adalah utusan Tuhan, bukti mukjizat kelahiran manusia tanpa campur tangan manusia, Messiah yang disebutkan dalam Injil. Muhammad juga mengatakan bahwa Yesus saat ini bersama dengan Tuhan dan yang paling penting bahwa ia akan kembali pada Hari Akhir untuk memimpin orang beriman melawan anti-Tuhan (LudiChrist). Ini semua ada dalam kepercayaanku sebagai seorang Kristen. Mengapa ayahku dan yang lainnya mengatakan bahwa Islam salah kaprah jika ajarannya sama dengan ajaran yang tengah kusebarkan ke seluruh pelosok Amerika?

    Ini semua membuatku berpikir. Muhammad yang tinggal bersamaku, sehari-harinya menjadi temanku berdiskusi banyak hal, dari malam hingga shubuh. Saat itu, aku tahu akhirnya kebenaran telah datang dan sekarang terserah pada diri saya sendiri. Aku pergi ke rumah ayah dan menemukan papan kayu besar. Di atas papan kayu itu saya taruh kepala saya di tanah menghadap kiblat yang selama ini menjadi arah ibadah orang muslim, untuk bersujud lima kali sehari.

    Dalam keadaan seperti itu, aku memohon kepada Tuhan untuk memberikan petunjuk, “Ya Tuhan, Jika Engkau di sana, berilah aku petunjuk.” Setelah beberapa saat, aku mengangkat kepalaku dan merasakan sesuatu. Yang kulihat bukanlah burung atau malaikat di langit atau mendengar suara musik. Bukan pula cahaya terang dan kelebat bayangan, tapi itu sebuah perasaan, perubahan di dalam diriku sendiri. Aku langsung mandi dan menyiram seluruh tubuhku, seolah-olah ingin menghilangkan semua dosa yang sudah menempel selama berpuluh-puluh tahun.

    Pagi itu juga, jam 10, aku berdiri mengumandangkan syahadat di hadapan dua orang saksi, mantan pendeta Peter Jacob dan Muhammad Abdurrahman. Beberapa menit kemudian istriku menyusul. Kali ini di hadapan tiga orang saksi (aku sebagai saksi yang ketiga). Ayahku memilih untuk yakin benar beberapa bulan berikutnya sebelum bersyahadat. Akhirnya ia kembali ke pangkuan Islam dan mengajakku untuk shalat bersama di masjid sekitar rumah kami.

    Bahkan anak-anak kami pindah dari sekolah Kristen ke sekolah Islam. Kini, sepuluh tahun berikutnya, mereka telah menghafal banyak ayat-ayat suci Al-Quran dan mengajarkan Islam pula. Ibu tiriku adalah orang yang paling akhir di dalam keluarga kami yang akhirnya menyadari bahwa Yesus tidak mungkin anak Tuhan. Yesus pastilah Utusan Tuhan dan bukan bagian dari Tuhan.

    Yang membuatku bahagia adalah karena tidak hanya keluarga kami, dari penginjil yang kemudian kembali ke Islam. Ketika aku di Dallas, seorang pelajar seminari Baptist bernama Joe masuk Islam setelah membaca Al-Quran di sekolah itu. Juga perjumpaanku dengan seorang missionaris yang bekerja selama 8 tahun di Afrika. Ia juga masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Omar. Selama di Dallas pula, aku berkenalan dengan Uskup Agung dari gereja Ortodoks Rusia yang masuk Islam karena mempelajari Islam.

    Banyak dari penginjil, pendeta dan uskup Agung, ilmuwan dan sarjana yang tadinya seorang atheis (tidak percaya adanya Tuhan), guru, semuanya yang kemudian memeluk Islam. Mengapa ini bisa terjadi? Aku menyimpulkan bahwa untuk mencari kebenaran mereka haruslah mensucikan pikiran, hati dan jiwa. Membuang prasangka, lalu mulailah membaca terjemahan Al-Qur’an yang paling mudah dipahami. Kemudian hendaklah mereka berpikir dan berdoa, meminta petunjuk kepada Yang Maha Esa. Insya Allah, terbukalah pintu menuju-Nya.

    Saat ini aku menjabat sebagai juru dakwah di American Muslims yang didukung berbagai organisasi di Washington D.C. Isi dakwah yang sering kubawakan ke seluruh penjuru dunia lebih banyak mengenai pesan Yesus (Isa as) dalam pandangan Al-Quran (Islam). Bahkan American Muslims juga mengadakan pertemuan antar ulama, pendeta dan rabbi (pendeta Yahudi) untuk menyelenggarakan dialog membahas tentang 3 agama dengan satu Tuhan ini. Memang banyak orang Kristen yang menanyakan perihal konversi (pindah agama) saya ke agama Islam, apalagi aku dan keluargaku adalah orang besar dalam keluarga Gereja. Tapi, aku menganggap bahwa ini upaya kami untuk mencari kebenaran dan berkat karunia Allah SWT kami semua selamat dalam Islam. [Fosmil]

  10. prikitiw Says:

    Tidak ada satu agama pun yang buruk, jelek, atau jahat!! TIDAK….. TIDAK ADA! selama kita manusia (yang busuk ini) menjalankan dengan hati yang jernih, yang belum ke cuci otaknya. semua agama tidak ada yang membenarkan FREE SEX, KEKERASAN, dan seterusnya seterusnya…….Bah!!,, belum pernah tuh saya mendengar ada agama yang menyatakan boleh begitu.

    APA hak kita bicara bahwa agama yang lain, selain agama kita sendiri adalah jelek? sudahkah anda meneliti agama lain tsb dengan benar? bukan hanya mendengar dari lingkungan sekitar yang punya pola pandang yang sama!! cerita itu selalu memiliki dua sudut pandang!!!

    Apakah setiap agama mempunyai kelemehan?PASTI
    Apakah setiap agama mempunyai kelebihan? PASTI
    Itu hanya dari sudut pandang mana kita melihatnya!! Kenapa kita selalu melihat keburukan dibandingkan kelebihan agama lain?? MENGAPA?? Belajar melihat kelemehan dalam diri sendiri, dan belajarlah melihat kelebihan orang lain!! itu cara bagaimana kita dapat maju tapi tetap tidak besar kepala!! dan hal ini persis sama terhadap agama.

    Kita ini sama-sama manusia, yang hanya kebetulan mempunyai agama, ideologi yang berbeda!! Kenapa harus saling membenci karena-nya? Bukankah kita harus belajar saling bertoleransi? Bukankah dikatakan perbedaan itu indah?

    Jika anda percaya TUHAN anda itu baik, saleh, pemaaf, penyayang (dimana saya percaya TUHAN saya baik!!!)
    Apakah anda pikir TUHAN akan senang dengan ini semua??
    Menurut saya TUHAN anda, TUHAN saya, sedang menangis skr!!!! Ibaratnya mana ada ibu yang mencintai anak nya senang melihat anaknya salah jalan.

    Saya pun pribadi merasa sedih, kenapa agama yang harusnya saling menyatukan malah menimbulkan perpecahan, kenapa warna kulit ini, warna rambut ini yang harusnya penuh keunikkan, perbedaan yang indah malah saling menjatuhkan. sedih…….sedih rasanya………..

  11. anthon Says:

    gua orang KRISTEN tapi gua sangat kagum sama tokoh2 ISLAM seperti Jalaludin Rumi, al Ghazalli dll. khususnya para SUFI.

    Mereka bikin mata gua terbuka bahwa ternyata semua agama baik islam, kristen, hindu, budha, ternyata bebicara tentang HAL YG SAMA tapi dlm BAHASA YG BERBEDA2.
    Cuma menelaah/mengerti kulitnya saja tanpa mau melangkah lebih dalam ke tataran marifat dan HAKIKAT akan membuat kita hanya melihat perbedaan dan menimbulkan kebencian.. sedangkan kebencian dan amarah adalah jilatan api neraka yg membakar hati kita.

    ALLAH adalah sumber CINTA KASIH SAYANG
    orang2 yg selalu berdebat tentang kebenaran dan Tuhan, sama seperti skelompok anak kecil memperdebatkan CINTA, mereka punya definisi sendiri2 tapi belum pernah merasakan CINTA… semoga mereka cepat dewasa dan bisa merasakan Cinta itu dan mengerti bahwa cinta tak bisa di deskripsikan serta tak terdefinisi…

    mari kita bersihkan kacamata kita yg kotor ini sebelum berusaha membersihkan dunia…

    Salut buat teman2 Muslim, kalian punya agama yg SUNGGUH SEMPURNA, teruslah berjalan menuju ke kesempurnaan, jalan masih jauh, jangan berhenti cuma untuk memamerkan kesempurnaan jalanmu.
    Semoga kalian bisa jadi penerang bagi kami yg hidup dalam gelap

    belajarlah dari para KEKASIH ALLAH (para sufi)
    kmudian belajarlah juga dari para santo(kristen), brahmana, guru2 Tao, guru2 Zen, para pertapa dan orang2 suci, para ilmuan sains semoga mata kita terbuka, karna kata yg keluar dari mulut mereka berasal dari SATU HATI yg sama…

    tolong maafkan kami para orang kristen yg bersifat buruk, sebab, banyak dari kami yg masih buta.
    ingatkan dan tegurlah kami berdasarkan kasih, bukan benci.
    seorang ibu tidak memarahi anaknya karena benci bukan?

    salam damai,
    semoga hati kita semua penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang.

    (Anthon, seorang bodoh yg beragama Kristen)

  12. anthon Says:

    jadi tertarik ngasih komen cover buku hidayah di atas tuh hehe…

    matahari pagi terlihat di jendela kamarmu, terlihat juga di jendela kamarku. apakah ada dua matahari? kita takkan berhenti berdebat sebelum keluar dari kamar kita masing2. (Jalaludin Rumi, seorang sufi)

    (anthon, seorang bodoh beragama Kristen)

  13. sahrudin Says:

    KEBENARAN TELAH DATANG

    Ini saya sampaikan, adaya:
    CAHAYA KEBENARAN = CAHAYA ALLAH
    yang bersinar terang-benderang berkilauan, menyejukan hati, menentramkan hati, cahaya itu memancar menerangi sosok manusia.

    Sungguh Mulia Manusia itu.
    Siapakah dia?
    Beliau selalu mengajarkan tentang “KEBENARAN” yaitu:
    “HIDUP YANG BENAR” dan “HUKUM YANG BENAR”

    HIDUP YANG BENAR

    1. Jujur.
    2. Sholat.
    3. Yakin, sabar, sadar, tekun, ikhlas.
    4. Jangan punya niat jelek dengan siapapun termasuk setan sekalipun.
    5. jangan merasa apapun.

    Tanggal 6 Juni 2009
    ttd
    Muhammad Gatot Haryanto

    HUKUM YANG BENAR

    1. Yang benar hanya Allah.
    2. Saya hanya punya hak mengatakan benar dan salah.
    3. Saya tidak punya hak mengadili, menghukum, membunuh.
    4. Marah saya karena sayang.
    5. Walaupun disakiti saya tidak punya hak untuk menyakiti.

    Minggu pagi jam 10.00
    Tanggal, 10 Januari 2010
    ttd
    Muhammad Gatot Haryanto

    Wahai saudaraku cobalah lihat sendiri.!!!
    Agar kamu dapat melihat kebenaran yang nyata.!!!
    Jangan sampai kamu tahu, hanya sebatas cerita dan teori.!!!
    Cahaya apakah yang sebenarnya???

    Ilmu yang kau dapat/pelajari, praktekkanlah dengan sungguh-sungguh, agar terbuka kabut/hijab yang menghalangimu.

    Agar bersihnya Hati/Qolbu dari segala kotoran yang menyelimutinya, termasuk penyakit Hati/Qolbu, jauhkanlah seperti:
    -Iri
    -Dengki
    -Sirik
    -Buruk sangka
    -Sombong
    -Ujub
    -Rakus
    -Tamak
    -Kikir
    -Pelit
    -Munafik
    -Dan lain-lain sebagainya.

    Semoga ini dapat bermanfaat, melihat kebenaran yang nyata. sekian!!!

    Penulis
    SAHRUDIN
    Hp : 081386480007
    E-mail : sahrudin.cipayung@gmail.com
    Blog : http://www.kiblatdunia.blogspot.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: