Menggapai Kedewasaan dan Kesuksesan Dalam Hidup :)

Sebelum saya memulai topik bahasan kali ini, ingin sekali rasanya saya memulainya dengan beberapa cerita yang sedang hot-hot-nya (baca : panas-panasnya) di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimulai dari kasus Bapak Antasari Azhar yang dituduh telah membunuh Bapak Nasrudin Zulkarnaen, kemudian kasus Bank Century yang ditenggarai telah merugikan negara sebesar 6.7 triliun rupiah, Cicak VS Buaya (kalau ini agak ribet bahasnya bisa2 nanti dipanggil p**ri), Pidato Pak Presiden yang tidak disukai oleh kebanyakan orang padahal itu benar, kemudian dilanjutkan dengan berita tenggelamnya kapal feri di selat malaka akibat cuaca buruk (plus kondisi kapal yang sebenarnya sudah tidak layak digunakan), kemudian dilanjutkan lagi dengan berita perselingkuhan dan perceraian yang sedang ngetren di kalangan artis (KD dan anang), dan berita-berita panas lainnya. Ketika malam datang, terkadang saya berpikir, sebenarnya yang jadi akar permasalahan dari itu semua apa ya? mengapa hal itu bisa terjadi pada bangsa kita yang notabene bangsa dengan pemeluk agama islam terbesar di dunia?

Masih segar dalam ingatan saya, sebuah kisah ketika saya masih kecil dulu, kira-kira usia saya saat itu masih 4 tahundan minggu itu adalah minggu pertama saya mulai masuk di TK Petrokimia Gresik. Jujur, saat itu saya adalah penggemar berat susu yang dilapisi botol dan dot plastik, atau bahasa mudahnya saya adalah penggemar berat susu dalam botol dengan dot sebagai moncongnya. Hampir setiap hari saya minum susu dengan dot tersebut, meskipun ibu saya sudah mengingatkan saya untuk mulai minum dengan gelas namun saya masih saja “INGIIIN” meminumnya dengan dot. Hal ini tetap berlanjut sampai suatu ketika, di dalam kelas ibu guru saya bertanya “anak2, ayo sekarang ibu ingin bertanya, siapa yang sekarang sudah tidak ngompol lagi di kasur?” sontak semua anak2 menjawab “saya bu guluuu (baca : guru)”, ibu guru pun menyahut “pinteeerrrr, nah sekarang siapa yang sudah bisa mandi sendiri?” dan semua anak2 pun menjawab “saya bu guluuuu”. Kemudian masuklah pada pertanyaan yang memerahkan wajah saya waktu itu, dan ibu guru pun melanjutkan pertanyaannya “pinteeeerrrrr, nah sekarang siapa yang masih minum susu pake dot? dan dengan pedenya saya berteriak “sayya bu guruuuu” (dan saya baru sadar kalau cuman saya yang berteriak demikian kencangnya, sementara yang lain diam seribu bahasa). Kemudian ibu guru pun mendekati saya dan memberi nasehat “wah, udah besar sudah ga boleh minum susu pake dot, nanti kalau sudah sampai di rumah bilang mama yah, kalau minum susu pakai gelas saja, ya nak ya” dan saya pun menjawab “iya bu guru” (sambil merah2 malu).

Sesampainya di rumah, entah dapat wangsit dari mana, tiba2 saat itu saya “INGIIIN” sekali membuang semua dot2 saya ke tempat sampah, dan ya saya melakukan itu. Semua dot yang ada di dapur dan di dalam kulkas saya buang semuanya. Ketika sore tiba, seperti biasanya ibu saya mulai menyiapkan susu saya dalam botol, susu bubuk dicampur dengan sedikit gula dan air panas jadilah susu saya, sampai pada akhirnya beliau mulai mencari dot, dan ya ibu saya tidak dapat menemukan satu pun dot di dalam rumah. Sampai akhirnya beliau mengecek tong sampah di depan rumah, dan ia melihat semua dot ada disana. Dan ya saya lah yang membuangnya.

Dan waktupun berlalu, hingga akhirnya saya punya teman di waktu sd dahulu. Sebut saja namanya bagus, waktu itu bagus sedang bermain-main bersamaku dan teman2 yang lain, sampai akhirnya kami semua kelelahan dan duduk dibawah sebuah pohon mangga yang besar sekali. Di pohon terebut bergantung banyak buah mangga yang sangat menggemaskan. Kami semua saat itu merasa sangat lapar karena seharian bermain kesana kemari. Suddenly, bagus INGIIIN sekali mengambil buah mangga tersebut, untuk meredakan rasa lapar kita semua. Lalu diambillah buah tersebut dan dimakannya buah mangga tersebut secara bersama2, dan ya saya pun ikut menikmatinya padahal kita tidak tahu siapa pemiliknya. At least, itulah langkah TERBAIK yang bisa diambil oleh seorang anak SD kelas 4 di waktu itu.

Kalau kita cermati bersama, sebenarnya ada 2 unsur yang saya besarkan hurufnya dalam dua cerita diatas yakni INGIN dan TERBAIK. Dua unsur inilah yang bisa kita kaji lebih dalam bahwasannya kita manusia dibekali oleh Allah SWT dua modal penting untuk bisa bertahan hidup dan berkembang di dunia yakni Hawa Nafsu dan juga Akal Pikiran. Sementara itu, Allah SWT hanya menginstall Hawa Nafsu pada tumbuh2an dan juga hewan binatang. Karena itulah kita manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat istimewa, kita memang memiliki hawa nafsu tapi kita dituntut untuk mengedepankan akal pikiran kita dalam setiap pengambilan keputusan dalam kehidupan.

Baik kita sadari atau tidak, terkadang hawa nafsu bisa mengalahkan akal pikiran kita, bahkan ada juga tipe manusia yang sebagian besar hidupnya dikuasai oleh hawa nafsunya, tiap hari kerjaannya marah2 melulu, ketika berbicara bahasanya sangat menyakitkan para pendengarnya, susah bergaul apabila dibaurkan dengan masyarakat sekitar, maunya ingin nyakarrr saja (sifat2nya mirip hewaniah)  tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, pokoknya dialah yang paling benar, dan cenderung tidak mau diatur.

Kita manusia bukan hewan lho, atau kasarannya kita manusia bukan binatang, karena itu marilah kita mengedepankan akal pikiran kita, kedepankanlah sifat sabar, tenang, dan objective dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan kita. Sekarang pertanyaannya, apakah dengan INGIN dan TERBAIK (Hawa Nafsu dan Akal Pikiran) saja manusia cukup untuk meraih kesuksesan & kebahagiaan di dunia dan akhirat? let’s think about it!

Mari kita ambil contoh teman saya bagus yang mengambil buah mangga untuk dia dan teman2nya. Secara hawa nafsu kita semua bila lapar sekali, sampai melilit, kita pasti INGIIN memakan sesuatu untuk meredakan rasa lapar itu, dan bila didepan mata kita ada buah mangga yang menggemaskan, secara akal pikiran kita juga akan memakan buah mangga tersebut karena itu BAIIK untuk kita, baik untuk meredakan rasa lapar kita. Tentu kalau yang ada di depan kita adalah jamur beracun, kita tidak akan memakannya, karena itu TIDAK BAIIK untuk tubuh kita. Tapi apakah yang kita lakukan itu BBENAR? milik siapa buah mangga di pohon itu? sudahkah kita meminta izin kepada pemilik pohon mangga tersebut? apakah lezat lahir batin ketika menikmatinya bersama-sama?

Karena itulah kita memerlukan satu unsur lagi dalam menyempurnakan kehidupan kita, yakni unsur KEBENARAN. Lalu dimanakah unsur KEBENARAN HAKIKI yang kita bisa temukan dan terapkan dalam kehidupan kita sehari2. Apakah Hukum KUHP, Hukum Pidana, Hukum Perdata buatan manusia, apakah Hukum International yang juga buatan manusia? tentu tidak bukan. Karena itulah kita punya yang namanya agama, sebagai way of life kita, sebagai panduan hidup kita untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan di segala dimensi dan sendi kehidupan.

Al-Quran dan As-sunnah adalah Pedoman Hidup bagi Umat Muslim di dunia. Sampai kapanpun Al-Quran dan As-Sunnah tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah lekang oleh waktu. Tiap muslim berlomba-lomba untuk menghafalnya dan menerapkannya, tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Saya secara pribadi yakin, apabila kita bisa menerapkan ini semua, menerapkan kebenaran yang HAKIKI insyaAllah hidup kita akan selalu tenang, akan selalu damai, bahagia, tidak ada yang emosi dan marah2 karena tiap orang selalu mengedepankan akal pikiran dan kebenaran yang hakiki, masyarakat bisa hidup secara adil dan makmur, aman, tentram, sejahtera, sentosa selama-lamanya :) Karenanya melalui media yang sederhana ini, saya ingin berbagi dengan rekan2 semuanya mengenai “system value” dalam menjalani hidup, yakni :

1. Keinginan
2. Kebaikan
3. Kebenaran

Bahwasannya seorang manusia bisa dikatakan sudah DEWASA (akil baligh) apabila ia sudah bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, mana yang baik dan yang tidak baik. “Seorang manusia yang hanya mengedepankan hawa nafsunya, keinginannya saja maka ia bisa dikatakan lebih buruk dari seekor binatang ternak. Apabila seorang manusia menggunakan hawa nafsu dan akal pikirannya secara utuh dan selalu mengutamakan kebaikan dan kebenaran maka niscaya ia bisa lebih mulia dari malaikat”.

Saya yakin kalau setiap manusia di dunia ini, atau paling tidak di Indonesia menerapkan “system value” ini tidak akan ada yang namanya fitnah-memfitnah, saling bunuh-membunuh, korupsi, demo2 anarkis yang sama sekali tidak mencerminkan kedewasaan, pencurian, kapal tenggelam, pencemaran nama baik, dan segala macam bentuk kejahatan yang ada di muka bumi. Tulisan saya ini terinspirasi dari beberapa kejadian yang sedang merebak di Indonesia, saya merasa semakin lama semakin banyak tulisan2, pembicaraan2, tindakan2 yang tidak mencerminkan suatu kedewasaan, semua orang maunya menang sendiri, ada juga sebagian masyarakat yang inginnya instant seperti masak mie instant, demo2 yang makin tidak punya etika (melakukan pembakaran dan pembunuhan karakter), diskusi yang seperti debat kusir, tuduh sana tuduh sini, semuanya berasumsi, dan semuanya hanya mau menang sendiri. Sudahlah kawan kita sudah letih dengan permainan dan budaya yang tidak konstruktif dan produktif ini. Saya secara pribadi rinduu dengan yang namanya kedamaian, ketenangan, stabilitas nasional yang baik, perbincangan2 yang santun dan konstruktif, suasanya yang aman dan tentram, bukankah kita ingin menjadi bangsa yang besar, bangsa yang dikenal oleh keramahannya, bangsa yang sukses pembangunan jiwa dan raganya, bangsa yang adil dan makmur, bangsa yang aman, tentram, dan sentosa selama-lamanya, gemah ripah loh jinawi?

Marilah kita semua bersatu, marilah kita bekerja sesuai profesi dan bidang kita dengan baik dan maksimal, hentikanlah segala bentuk tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme, hentikanlah sikap tuduh-menuduh dan fitnah-memfitnah, mari kita ciptakan budaya santun dan ramah dalam setiap sendi kehidupan kita, dan marilah kita selalu berpegang teguh pada way of life kita yakni agama yang kita yakini, insyaAllah dalam 5 atau 10 tahun kedepan Negara kita bisa menjadi Negara yang Luar Biasa, Negara yang Gemah Ripah Loh Jinawi, Negara yang adil dan makmur yang dirahmati Allah SWT. Amin amin ya rabbal alamin🙂

One Response to “Menggapai Kedewasaan dan Kesuksesan Dalam Hidup :)”

  1. Peni Says:

    Sangat Bermanfaat,Siiip mas Pink….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: