Belajar Extra Ordinary dari Irman Alfian Zahiruddin :)

“Do not worry if others do not understand you. Instead worry if you do not understand others.” –Confucius, 551-479 BC

Paling tidak, begitulah spirit yang terpancar dari seorang Irman Alfian Zahiruddin, yang menjabat sebagai Direktur Bank BTN sejak Desember 2007. Menurutnya, persaingan di dunia perbankan yang sangat ketat telah mendorong dirinya untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Ia beranggapan bahwa seseorang tidak mungkin bisa memiliki kinerja yang baik, kalau hanya mengerjakan tugasnya dengan “biasa-biasa saja”. Alasannya? “Hanya extra ordinary work yang akan memberikan kita extra ordinary result. Kalau kita mengerjakannya secara ordinary tapi hasilnya bisa extra ordinary, oh itu gampang ditiru orang. Karena kerjanya biasa tapi hasilnya luar biasa, teorinya tidak ada. Bahkan kalau anda mengerjakan secara extra ordinary, belum tentu hasilnya extra ordinary. Makanya kalau orang sering bilang, ‘Kenapa sih saya sudah bekerja keras tapi kok teman saya yang dipromosikan?’ Bisa jadi karena dia merasa seolah-olah sudah bekerja keras, tanpa pernah melihat orang lain yang bekerja lebih keras lagi,” ungkapnya menjelaskan.

“Kalau kita melakukan usaha yang extra ordinary setiap saat, niscaya kita akan mendapatkan hasil yang extra ordinary. Dan agar kita bisa extra ordinary dalam bekerja, pertama-tama kita harus menyenangi pekerjaan itu. Kemudian yang kedua, kita mesti punya passion, sehingga bisa mengerjakan untuk mencari yang terbaik dari pekerjaan itu, setiap hari.”

Semangat seperti itulah yang terbukti telah berhasil mengantarnya menjadi direktur Bank Permata ketika baru berusia 38 tahun, setelah sebelumnya menjadi direktur di ACC diumur 35 tahun, bahkan dia dipercaya sebagai direktur General Electric, pada usia 31 tahun. “Itu kan kalau hanya dilihat dari satu sisi, tapi kan orang tidak pernah tahu seperti apa usaha saya untuk mencapainya? Waktu kerja saya, sejak 07.00 pagi saya sudah menelepon orang. Mulai jam 07.00 itu saya sudah on-fire, terus baru selesai setelah jam 11 malam. Dan ini saya lakukan selama 20 tahun. Jadi, kalau anda melakukan pekerjaan di bidang apapun, mulai jam 7 pagi sampai jam 11 malam setiap hari, niscaya apa pun yang ingin anda dapatkan akan tercapai,” ia meyakinkan.

Tapi, apa yang membuat seseorang bisa terus termotivasi untuk bekerja mulai jam 7 pagi sampai jam 11 malam setiap hari? “Ya tadi, caranya harus menyenangi pekerjaan. Kalau kita bekerja dengan perasaan senang, maka tidak akan ada yang bisa melawan there is nobody that can stop you. Karena kita mengerjakan dengan senang hati, adrenalin kita selalu dalam posisi tinggi ‘peak performance. Bagaimana bisa capek, kalau adrenalin tinggi? Yang membuat kita capek itu kalau adrenalin kita masih di bawah, karena mungkin tidak menyukai pekerjaan.”

Anda tidak akan pernah meraih hasil-hasil besar dalam kehidupan anda, tanpa tindakan KONSISTEN dan ULET. Dan berlaku pula sebaliknya, jika kita selalu KONSISTEN dan ULET, maka hasil-hasil besar dalam kehidupan, tak terelakkan lagi datangnya. Itulah karakter terpenting yang dimiliki oleh peraih gelar Master di Bidang Finance & Investment dari Golden Gate University, San Fransisco, USA, serta Certified Wealth Management dari Erasmus University-MM UGM ini. Tapi dari manakah kebiasaan itu berasal?

“Mungkin karena saya lahir dari bapak dan ibu yang mempunyai karakter yang sangat berbeda. Ibu saya seorang yang pengasih dan penyayang. Karena anaknya 3 laki-laki semua sehingga beliau sangat housewife sekali. Sementara ayah saya seorang pendidik yang keras dan businessman yang berhasil. Karena keberhasilannya dari usaha sendiri itulah yang membuat self confidence-nya super tinggi, sampai pada point dimana dia tidak mau mendengarkan omongan orang lain. Pokoknya dia selalu benar, orangnya disiplin dank eras. Orang ini tidak mengenal waktu, jika pulang jam 12 malam, dan dia kangen sama anaknya, maka anaknya akan dibangunkan. ‘Bangun-bangun…ngobrol dulu sama papa.’ Atau-namanya kita masih remaja- biasanya pulang sampai jam 2 dini hari, tetapi jam 5 pagi sudah dibangunin. Dia buka korden, sambil berkata: ‘Bangun, bapak mau ngomong!’ sehingga terpaksa kita pun bangun. Tapi akhirnya, karena selalu terbiasa seperti ini, kami anak-anaknya menjadi selalu siap setiap saat. Ketika bangun langsung siap. Kalau pada umumnya orang –ketika dibangunin- tidak bisa langsung sadar, maka saya, begitu bangun bisa langsung aktif. Bukan cuma itu, ayah juga sering menyiram pakai air, untuk membangunkan kami. ‘Tolong anterin ibu kamu ke rumah oma,’ misalnya. Karena keseringan begitu, akhirnya waktu tidur saya cukup empat sampai lima jam sehari.”

Tujuan Tertinggi

Dengan segala prestasi dan pencapaian karier yang telah ia lewati, masih adakah pencapaian lebih tinggi yang diharapkannya? “Ini lucu, waktu saya menjadi direksi di sini, banyak orang datang untuk memberikan selamat. Tapi ada satu orang datang dan bilang begini, ‘Pak Irman, saya kesini bukan untuk menyelamati bapak sebagai direksi BTN, tapi saya ingin menyelamati karena umur bapak yang begitu muda, dan saya melihat masa depan bapak yang luar biasa kedepannya.’ Saya agak tercengang mendengarnya. Kini, meski sudah tiga tahun yang lalu kejadiannya, tapi saya masih mengingatnya. Intinya adalah, masa depan itu luas sekali, pilihan itu pun banyak sekali. Kenapa saya bisa berkata begitu? Pertama, karena orang baik itu selalu memiliki tempat, dan akan selalu bisa diterima dimana saja, sebagai apa pun kalau dia punya hati yang baik.”

Kedua, sabar, ikhlas, dan bersyukur. Itu selalu saya pegang. Syukuri apa yang kita dapat, bersabar terhadap apa yang ingin kita dapat, dan ikhlaskan apa saja yang terjadi. Masa depan itu banyak sekali, kesempatan itu banyak sekali. Yang penting adalah bagaimana kita dalam melakukan pekerjaan, bisa meninggalkan sesuatu yang bersifat added value terhadap pekerjaan itu. Sehingga cita-cita saya itu tadi, menjadi orang yang dikenang, sehingga orang bisa bilang ‘Wah si leader itu top.’ ‘Wah waktu dia menjadi supervisor, orangnya benar-benar super.’ Inginnya seperti itu.”

Waktu masih di SMA saya menciptakan sebuah moto: ‘Maju untuk Seterusnya’.” Kenapa filosofi itu kita capai? Karena kalau kita maju kan ke arah depan? Kita boleh melihat belakang, untuk melihat siapa mereka-mereka yang belum beruntung. Tapi kalau kita mau maju jangan melilhat ke belakang, karena tidak akan bisa maju-maju. Juga jangan melihat ke atas, karena bisa saja kita tidak dapat melihat rintangan di depan, karena kita terlalu angkuh. Jangan juga kita melihat ke bawah, lihatlah ke kanan dan kiri sebagai pembatas. Apakah saya sudah keluar jalur atau masih di dalam jalur? Maju itu selalu ke depan. Jadi dengan filosofi ini saya melihat, bahwa tanpa terasa saya sudah 21 tahun bekerja. Makanya saat saya melihat teman-teman yang menjalankan bisnis, waduh kok kayaknya sudah pada sukses banget, udah kaya raya. Tapi ya inilah yang namanya jalan hidup. Artinya kalau kita mau melihat mereka yang diatas, lihatlah mereka sebagai pedoman, karena mereka yang diatas belum tentu bahagia. Kalau kita melihat ke bawah, lihatlah ke bawah juga sebagai pedoman. Menurut saya kalau kita adalah salah satu di antara sepuluh orang yang bersepatu, apakah kita harus membuka sepatu agar bisa berteman dengan mereka yang tidak bersepatu? Menurut saya sebaiknya, kalau bisa kita belikan sepatu mereka supaya mereka juga bisa bersepatu seperti kita. Boleh saja kita melihat ke bawah, tapi bukan harus ikut ke bawah juga. Lakukanlah step by step dengan konsisten dan determinan yang ada. Maju untuk Seterusnya. Pursue your Extra Ordinary Achievement & Be a Legend🙂

3 Responses to “Belajar Extra Ordinary dari Irman Alfian Zahiruddin :)”

  1. Soetopo Ronodihardjo Says:

    Iya…lah. benar sekali. Extra ordinary work for extra ordinary RESULT !

  2. obat acemaxs Says:

    terimakasih informasinya gan!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: