“WHO” Is More Important Than “HOW” :)

“To become successful, learn from those who are already successful”

Saat sekolah, ketika ada tugas matematika, dan kita tidak tahu bagaimana menyelesaikannya, kepada siapa kita bertanya? Pada teman sekelas yang pintar matematika, tentu saja! Bahkan, murid yang ‘Pandai’, akan memilih untuk duduk di sebelah murid yang ‘Jenius’ matematika selama di sekolah sehingga ia bisa ‘bertanya’ padanya untuk jawaban yang benar! Kita semua pasti akan bertanya pada orang yang tahu jawabannya!

Saya jadi teringat dengan masa-masa SMA saya dahulu ketika bersekolah di SMA 2 Surabaya. Saat awal catur wulan, Alhamdulillah saya masuk 5 besar di kelas saat itu. Namun, hati kecil saya bertanya-tanya “kok bisa ya si Aries bisa meraih peringkat satu di Kelas? Kok bisa ya si Rizal jago banget matematikanya?” Ketika itu, tiba-tiba hati saya tergerak untuk membuka diri, dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada dua rekan saya di atas, sebenarnya apa rahasianya sehingga bisa menjadi sepandai itu? Read the rest of this entry »

Advertisements

Investasi Investor Indonesia


“Lama sudah saya tidak mengupdate blog saya ini. Kini saatnya saya mulai mengisi kembali lembaran-lembaran kosong yang haus akan goresan-goresan virtual dari tangan saya :D”

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah majalah yang didalamnya memuat tentang Investasi kebanyakan Investor Indonesia. Menurut survei terbaru yang dirilis oleh ADPI 2010 tersebut, mayoritas investor Indonesia menginvestasikan dana mereka pada (bottom to top) :

1.  SBI (Suku Bunga Indonesia) 0.71 %
2.  Properti (Tanah / Bangunan) 3.7 %
3.  Reksadana 3.8 %
4.  Saham 9.8 %
5.  Deposito 23.5 %
6.  Obligasi Korporasi 26.5 %
7.  SUN (Surat Utang Negara) 28.1 %

Melihat data-data diatas, SUN memang layak menjadi primadona kebanyakan investor Indonesia. Selain karena aman, SUN ini bisa memberikan return (gain) sebesar 8-9 % pertahun dari modal yang dipinjamkan. Obligasi pun demikian, namun kita harus jeli melihat obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang mengissue, apakah prospeknya aman atau tidak.

Sekarang mari kita berbicara tentang deposito, kendati deposito hanya memberikan return kecil, sekitar 5-6% per tahun, namun masyarakat sangat mencintainya karena sisi keamanannya. Namun demikian deposito juga memiliki kelemahan yakni dana kita tidak bisa kita ambil sewaktu-waktu jika kita memerlukannya.  Saham, nah point yang satu ini bisa memberikan return yang sangat besar. Menurut survei selama 2009 secara average saham bisa memberikan return (gain) sebesar 30%, bahkan ada 20 saham di BEI yang bisa memberikan return lebih dari 250% pertahun. Sungguh menggiurkan bukan 😀

Untuk reksadana, pada dasarnya hampir sama dengan saham, bedanya hanya terletak pada faktor penggeraknya. Kalau saham yang menjadi decision makernya adalah kita sendiri, baik itu melalui broker ataupun melalui OLT (online trading) seperti Danareksa Sekuritas, Etrading Securities, Indo Premier Securities, Phillip Securities, Kim Eng Securities, Waterfront Securities, Trimegah Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan lain sebagainya. Sementara untuk reksadana kita harus mempercayakan dana kita pada fund manager untuk mengelolanya. Return yang diperoleh untuk danareksa secara umum akan mengikuti pergerakan IHSG (indeks harga saham gabungan) Indonesia.

Investasi pada tanah ataupun bangunan jujur adalah investasi favorit saya, namun anda harus siap-siap kantong yang tebal untuk investasi yang satu ini. Meskipun volatilitas investasi pada sektor ini tidak se-volatile investasi pada saham, namun return dari investasi ini sungguh besar luar biasa. Hanya dalam beberapa tahun investasi anda bisa naik 300-400%.  Sungguh cantik nan ciamik 😀